TAMPAK YANG ELEGAN

image

TAMPAK YANG ELEGAN

Mendisain tampak tidak lepas dari 'body' basic dari rangka depan rumah yang di 'extrude' dari denah lantai satu, dua, dst nya.Perkembangan tampak depan juga tidak lepas dari 'trend' gaya arsitektur saat tertentu, kalau tidak mau dianggap ketinggalan mode atau dianggap sebagai 'penanda' kalau itu rumah baru, atau rumah jaman tahun kapan, saat gaya itu lagi 'trend'. Misal, sekarang lagi 'trend' gaya minimalis dan turunannya (misal minimalis, tropical modern, box, dll. Tiba tiba, anda bangun gaya 'country' yang lagi trend 18 tahun lalu, atau gaya 'mediteranean' yang lagi trend kira kira 12 tahun lalu, mungkin orang berpikir...aaah itu rumah lama. Dan bila anda bangun gaya minimalis, wuuihhh,,,ini ada rumah baru lho....(apalagi investor beli rumah lama yang direnovasi jadi rumah baru, ya..paling gampang cari model baru, yang pasti disukai orang kebanyakan aat itu, daripada 'gambling' dengan model lama atau yang aneh.Yahh...ini pandangan picik yang umum kali...Tapi, mungkin ada juga orang yang tidak terpengaruh hal itu, yang berdasar kepuasan batin, misalnya: saya pernah dapat klien yang fanatik dengan gaya etnik jawa, gaya klasik yunani yang sering berulang ulang kembali dan kembali lagi.., dll. YA, menurut saya, semuanya bisa aja, tergantung kemantapan hati si klien yang empunya rumah.

Ada beberapa gaya tampak dan tips nya untuk mendisain tampak rumah yang serasi dan elegan :

1. Gaya minimalis

    Gaya minimalis ini, yang kira kira di Indonesia lagi mulai trend 8 - 10 tahun lalu, diawali dengan gaya minimalis dari Amerika yang benar benar simple yang kadang dipadu dengan gaya etnik bali dan jawa. Lalu gaya etnik ini mulai larut dan murni berkembang dengan perkuatan ciri alur minimalis tali air horisontal bentuk kotak, dan permainan batu alam susun sirih/andesit. Gaya ini kadang dipadu dengan bentuk pilar kotak panjang yang dapat ditempatkan sebagai pemisah jendela, dan permainan overtek beton tipis 10 cm. Gaya atap sering ditiadakan/disembunyikan dengan dinding bata menerus keatas, jadi makin kelihatan kotaknya. Jadi..kalau ada garis horisontal, bidang kotak rumah keseluruhan/atap rumah tidak kelihatan(dengan permainan talang beton), dan pilar pemisah jendela, ada overstek beton diatasnya...itu ya minimalis pada awalnya.Warna tampak rumah cenderung berwarna abu abu dan putih.warna interior cenderung putih blacu dan dark coffee atau berwarna warni (anak muda)

Selanjutnya, gaya minimalis berkembang menjadi gaya'tropical modern', dimana atap tropis mulai ramah keluar dari kungkungan dinding bata dan talang beton. Atap tropis ini sebagian besar menjadi atap cucuran air hujan langsung. Permainan batu alam mulai menjadi dominan. misal mulai dipakai batu segi empat besar, seperti paras jogya, batu candi, batu kali, bahkan marmer 'rusak' travertine yang mahal itu.Bentuk tali air horisontal berubah menjadi gigi gergaji. Tanaman outdoor yang lagi trend saat itu adalah tanaman kamboja, dan perdu iris dan pandan.Warna tampak rumah cenderung cream, coklat susu, dan abu abu. Warna interior cenderung dark brown/coffee

Sekarang, gaya minimalis lebih dikembangkan dalam bentuk permainan kotak yang dominan, misal bidang dinding jendela atau balkon yang sengaja di'tongol'kan secara expose dengan permainan warna kontrast gelap dan terang, juga permainan bahan material yang lebih modern. warna merah kecoklatan, dipadu warna coklat susu dan silver stainless dan kaca dari railing balkon, terlihat elegan.Corak 'pattern' mulai digunakan dengan plat besi yang di 'laser'.

Tips : Mulailah dengan membuat batas dinding dari tampak muka lantai 1 dan 2, dst secara vertikal (batas dinding ruang yang membentuk tampak muka dengan yang ada lekukan dindingnya) dan vertikal ( garis level lantai atu, lantai 2 dst). Selanjutnya, buat lubang jendela dan pintu ditampak. Untuk minimalis, biasanya jendela ditarik sampai mentok lantai, dan pintunya agak tinggi misal 2,4 m, dan jendela juga ketinggiannya mengikuti pintu.Bentuk jendela polos penuh tidak terbagi list lagi. Bentuk pintu diberi guratan garis minimalis horisontal atau vertikal. Diatas jendela dan pintu dibuat overstek kira kira untuk jendela 70 cm, dan pintu 1,25 m, yang berfungsi sebagai awning. Lalu anggap aja, misal dinding tampak muka terbagi dari 3 bagian, yaitu tengah bidang pintu, kiri bidang jendela kamar, dan kanan bidang jendela ruang keluarga, Masing masing bagian tinggi levelnya dianggap sama spy serasi. Artinya, bila di tengah ada bidang pintu dengan ketinggian 2,4 m. Bidang kanan ruang keluarga, biasanya kalau gaya sebelum minimalis jendela bagian bawah ada tembok setinggi 70 cm, karena ingin sama dengan bidang pintu dan juga dapat view bagus keluar, maka jendela ini dibuat mentok sampai ke lantai , jadi ukuran sama seperti pintu, tapi ini tidak bisa dilewati manusia. Lalu, kita perhatikan dinding jendela kiri bagian kamar tidur. Memang, demi privasi, jendela kadang tetap dibuat dinding setinggi 70 cm di bawah jendela. Tapi, agar sama kelihatannya dengan bidang daun pintu, maka dapat disiasati dengan memberikan alur minimalis dibawah pintu sampai kebawah. Jadi,seolah olah tiga bidang itu membentuk kotak kotak yang serasi. Untuk penghawaan biasanya rumah ini pakai AC, tapi karena gaya 'bouvenlicht' / jendela kecil diatas pintu sudah mulai ditinggalkan, maka dapat disiasati dengan pembuatan lubang setinggi 10 cm memanjang selebar jendela atau pintu diatasnya. dan jendela juga ada yang bisa dibuka/kaca hidup. Demikian juga dilakukan dengan bidang dinding di lantai atasnya. Bidang pengisi alur minimalis dapat diganti dengan batu alam. Untuk dinding atas, terutama daerah balkon, dapat juga diperkuat dengan bentuk menonjolkan bidang balkon dengan permainan overstek beton yang disambung sampai dinding disebelah kanan atau kiri atau kanan kiri, yang menyambung dengan lantai balkon, sehingga seolah olah membentuk hutuf C,U, dan L serta KOTAK.

2. Gaya MEDITERANEAN

    Gaya ini bermula trend dari daerah California Selatan, Amerika. Lalu berkembang ke beberapa negara, dan ada yang bercampur dengan gaya setempat. Misal di Singapura dengan gaya 'Raffles'nya. Di Eropa dengan gaya eropa abad pertengahan.Di Indonesia, lebih cenderung mengambil gaya dari Amerika ini, yang kadang dipadu dengan gaya Adobe. Ciri dari gaya mediteranean yang di Indonesia sudah nge trend di 12 - 15 tahun lalu, adalah : bentuk rangka jendela dan dinding dan rangka pintu, selalu dimulai dari bentuk kotak, tapi pada sisi atasnya dibuat lengkung oval, jadi kanan kiri bawah garis lurus, atas agak melengkung. Bidang dinding jendela dan pintu mengikuti bentuk rangka pintu dan jendela yang atasnya melengkung, bahkan sengaja diexpos bidang jendela dan pintu lebih masuk ke dalam kira kira 50 cm. Kadang pada dinding lengkungan atas diberi aksesoris 'corbel' yang berbentuk segitiga meruncing kebawah (tapi bentuk runcingan tumpul), dengan hiasan alur melengkung atau daun daunan. Kadang juga ada ban-banan sekitar dinding jendela atai pintu yang tebal misal 10 cm sampai 15 cm yang diberi profil klasik.Bidang atap ditutupi dengan talang beton, yang menonjol berbentuk overstek sekaligus listplank yang berornamen lengkung lengkung. Ada permainan kolom bulat polos yang meruncing keatas dengan penebalan lengkung pada kepala kolom dan kaki kolom, yang kadang difinishing marmer. Warna tampak cenderung cream coklat susu atau cream gading dengan listplank, dan ban banan jendela atau pintu berwarna putih.

Mon, 11 Jun 2012 @02:41


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+6+4

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Komentar Terbaru
Arsip

ke yahoo messengerku...
galeri karya
image
widgeo.net
join with me...
tanggal hari ini...
arsitek
widgeo.net
Copyright © 2014 sugiharto budiono · All Rights Reserved